Lelaki yang biasa dipanggil Asep itu mengangkat karung ke atas sepeda motornya. Mengikatnya dibeberapa sisi supaya aman dalam perjalanan. Teriknya mentari tak diacuhkannya, demi sampainya cakar emas kepada si pemesan. Saat dirasa aman dan siap, barulah dilajukannya kuda besi miliknya melintasi jalanan Bandung yang tidak terbilang lengang.
Pukul sebelas tepat, cakar emas itu, sampai di tempat si pemesan. Cakar emas ini merupakan kiasan dari ceker ayam yang menjadi bahan utama sepatu keren nan unik milik Nurman Farieka Ramdhany. Dengan tangan dingin Nurman, bahan limbah ini disulapnya menjadi sepatu yang keren dan bernilai tinggi.
Dari Sop Menjadi Sepatu
Kita semua tahu, jika tas atau sepatu yang terbuat dari bahan kulit memiliki kasta tersendiri. Bisa dibilang sangat spesial. Selain harganya yang selangit, kualitasnya pun ngak kaleng-kaleng karena untuk memperoleh bahan bakunya pun terbilang susah.
Namun di sisi lain yang patut kita sadari, bahwa industri fashion dan tekstil merupakan salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Contoh kecilnya; limbah kulit dari ceker ayam. Biasanya dibuang setelah dagingnya habis dimakan.
Melihat hal tersebut, di tahun 2015 Nurman melakukan penelitian secara intensif mengenai potensi kulit ceker ayam untuk produk sepatu. Ia belajar dari jurnal riset milik ayahnya yang mendalami penyamakan kulit ceker ayam, sambil lalu bekerja di sentra sepatu Cibaduyut bersama perajin Jaja dan pengolah kulit Amat. Tak lupa Nurman juga meneliti kulit ceker yang mirip reptil guna mengganti kulit ular dan buaya.
Hingga tepat di tahun 2017 riset mengenai ceker kulit ayam dinyatakan matang. Dia pun meresmikan merek Hirka Shoes. Nama Hirka sendiri diambil dari bahasa Turki yang artinya dicintai konsumen. Sejak saat itu, dia memasarkan dua model sepatu (formal dan kasual) dan setelah melakukan riset pasar, dia memilih fokus dan konsisten di model pria.
Di peternakan atau di industri makanan seperti restoran, menghasilkan jumlah banyak limbah kulit ceker ayam. Namun produksi sepatu dari kulit ceker ayam merupakan inovasi jitu yang ramah lingkungan. Selain mengurang limbah, termasuk sepatu yang berbahan unik. Karena komoditi bahan baku yang terbilang mudah dan ramah lingkungan, Nurman pun berharap Hirka menjadi produksi yang berkelanjutan.
Hirka Shoes; Mengubah Limbah Menjadi Cakar Emas
Setelah Hirka Shoes diresmikan. Nurman mulai memproduksi sepatu kulit ceker buatannya. Dia merekrut lima orang bagian produksi. Mereka memanfaatkan sisa kulit ceker yang biasanya dibuang, memisahkan kulit dari tulangnya. Membersihkan dari bakteri, dilanjut menjemur, mewarnai, memberi volume, barulah menjahitnya menjadi sepatu.
“Untuk pembuatan satu sepatu membutuhkan banyak ceker dan melalu proses panjang, termasuk memisahkan daging, menghilangkan bau, dan penyamakan,” jelas Nurman.
Jika satu sepatu membutuhkan sekitar 20-30 ceker ayam. Itu artinya, jika produksi sepatu meningkat, berarti kebutuhan ceker ayam meningkat. Demi mengatasi kekurangan komoditi bahan pokok, Nurman tidak kalah akal. Dia memilih menjalin kerjasama dengan peternak ayam, pengepul, dan industri makanan. Hal ini cukup membuat stock cekernya stabil. Dengan begitu, Hirka Shoes bisa terus berproduksi sepatu unik yang ramah lingkungan tanpa khawatir kelangkaan bahan baku.
Selain itu, Nurman juga bisa membantu meningkatkan pendapatan peternak ayam dan industri makanan yang menjalin kerjasama dengannya. Tentu saja dengan begitu dia juga membantu mengurangi limbah dan membantu meningkatkan ekonomi lokal.
Beberapa tahun belakangan ini, Hirka Shoes, mulai dikenal di Indonesia maupun kancah Internasional. Desain yang terbilang unik dan bahan baku ramah lingkungan sepatu kulit ceker banyak diminati konsumen. Nurman juga berharap Hirka Shoes akan terus berkembang dan bisa menjadi contoh perusahaan lain untuk menciptakan produk serupa yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Menaklukan Pangsa Pasar
Memasarkan produk baru apalagi dengan bahan yang tak lazim terbilang susah-susah gampang. Banyak konsumen yang menanpik produk tersebut, mereka merasa aneh dan mengira berbau amis karena berbahan baku ceker ayam.
“Awalnya mereka enggak impress bahwa ini tuh sepatu dari kulit ceker ayam ... Mereka merasa kalau ceker ayam baunya amis, padahal sudah melalui banyak tahapan,” ujar Nurman.
Tentu saja hal ini tidak menyurutkan tekad Nurman. Awalnya dia memproduksi 100 pasang setiap bulannya dan pada tahun 2019, Nurman membawa Hirka Shoes mengikuti INACRAFT (Indonesia Craft Exhibition). Keikutsertaan ini membuahkan hasil yang manis.
Hirka mendapat lonjakan pesanan; dari awal yang 100 pasang menjadi 200 pasang perbulan dan memperluas jangkauan pasarnya ke Malaysia, Brazil, Prancis, Hongkong, dan Singapura. Tak hanya itu, Hirka pun menerima SATU Indonesia Award 2019 dari Astra atas inovasi kewirausahaan. Berkat penghargaan tersebut, Nurman memperluas produksinya, mengampanyekan alternatif kulit ramah lingkungan, dan terus mengikuti pameran dagang.
Untuk saat ini, Hirka Shoes mulai mengembangkan produk barunya seperti dompet, ikat pinggang, dan aksesoris. Tak lupa dia juga mengedukasi masyarakat tentang proses penyamakan kulit ceker dan pentingnya kesabaran dalam membangun bisnis. Meskipun di sisi lain teknologi digital mempercepat banyak hal. Nurman pun berencana menjadikan Hirka sebagai merek mewah yang bisa bersaing dengan Gucci atau Louis Vuitton.
Hirka Shoes merupakan bukti nyata bahwasannya inovasi dan kreativitas dapat mengubah limbah menjadi peluang bisnis. Nurman Farieka Ramdhany sukses menciptakan produk fashion yang unik dan bernilai tinggi, tentu saja memberikan dampak positif bagi lingkungan serta ekonomi masyarakat. Hirka Shoes bisa menginspirasi kita melihat potensi dalam setiap masalah dan menciptakan solusi yang berkelanjutan, serta bermanfaat bagi semua.
Selogan yang tepat untuk Hirka Shoes adalah; Hidup Gaya dengan Selamatkan Lingkungan. #APAxKBN2025
Referensi;
Astrid prasetya; Kreativitas dan Kerja Keras Nurman Sang Penyulam Sepatu Kulit Ceker Ayam
https://www.astridprasetya.com/2024/11/nurman-farieka-ramdhany-sepatu-kulit-ceker-ayam.html
[title unknown]
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2025/09/20/inovasi-sepatu-kulit-ceker-ayam-kisah-inspiratif-nurman-farieka-penerima-satu-indonesia-awards
Sepatu dari Kulit Ceker Ayam Tidak Kalah Bagus dari Kulit Ular dan Buaya file:///home/oai/redirect.html
Good News From Indonesia: Menulis tentang Hirka Shoes sebagai pahlawan ekonomi untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Artikel ini menyoroti bagaimana Hirka Shoes, dengan memanfaatkan kulit ayam menjadi produk sepatu yang unik, berkontribusi pada ekonomi berkelanjutan.
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2023/10/13/hirka-shoes-pahlawan-ekonomi-untuk-menyongsong-indonesia-emas-2045
MLDSPOT: Mengulas Hirka sebagai produsen sepatu kulit ceker ayam pertama di dunia. Artikel ini membahas tentang inovasi Hirka dalam mengolah kulit ceker ayam menjadi bahan kulit yang mewah dan eksotis.
https://www.mldspot.com/public/inspiring-products/hirka-sepatu-kulit-ceker-ayam-pertama-di-dunia



1 komentar:
🔥🔥🔥
Posting Komentar